Orang bilang ini titik jenuh
Tidakkah ini sungguh tidak adil ?
ketika aku harus mencintai seseorang yang tidak pernah memperdulikanku.
Bukankah itu sangat menyedihkan .
Betapa terlihat menyedihkannya aku ketika aku yang melepaskan dia untuk
pergi ke pelukan orang lain, lantas aku memintanya kembali untuk berada di
pelukanku, aaahhh bodohnyaa dirikuuuu ..
mungkin memang terkadang hidup ini tak berakhir dan tak berjalan sesuai
dengan apa yang kita inginkan , apa yang telah kita bayangkan apa yang telah menjadi
angan-angan kita , apa yang telah kita rencanakan, semuanya berbanding terbalik
dengan kenyataan.. lalu , apakah aku harus menyalahkan keadaan , bukankah terlihat
kekanak-kanakan jika aku harus menyalahkan keadaan terus menerus ...
ketika hari kemarin aku sudah berada pada titik kebahagiaan setelah dia pergi dari kehidupanku , lantas kenapa dengan hari ini aku mengingat nya lagi , dan kembali kepada titik ini , titik yang sangat melelahkan , menjenuhkan ,yaa orang menyebutnya ini titik jenuh , menyedihkan dimana aku harus flashback ke masa lalu , masa yang indah bersamanya , inilah keadaan yang sangat aku benci , aku benci , benci , benci keadaan ini -_-
ketika hari kemarin aku sudah berada pada titik kebahagiaan setelah dia pergi dari kehidupanku , lantas kenapa dengan hari ini aku mengingat nya lagi , dan kembali kepada titik ini , titik yang sangat melelahkan , menjenuhkan ,yaa orang menyebutnya ini titik jenuh , menyedihkan dimana aku harus flashback ke masa lalu , masa yang indah bersamanya , inilah keadaan yang sangat aku benci , aku benci , benci , benci keadaan ini -_-
tuhan … bukankah ini terasa sangat tidak adil jika aku harus berada di
titik ini terlalu lama , aku ingin merasakan kebahagian kembali ketika aku
bersamanya , tanpa harus bersama nya lagi , aku iri pada mereka yang setiap
harinya mendapat ucapan selamat pagi bahkan mendapat kiss emotion .
Berapa kali lagi aku harus menyebut namamu di dalam doaku ?/ bagaimana
jika doaku tak sampai atau bahkan di abaikan begitu saja oleh tuhan kita ,
bagaimana jika memang benar kau bukan untukku , dan bagaimana jika tuhan tak
menuliskan namaku untukmu di lauhul mahfudz nya , bagaimana dengan hati ini ?
haruskah aku merasakan hal ini lagi , haruskah aku menangisi hal yang sangat
menyedihkan ini , bagaimana jika suatu hari nanti ada yang mengkhitbahku , tapi
itu bukan dirimu , lantas bagaimana dengan mu ? apakah kau merelakan aku begitu
saja tanpa menahanku sama sekali , oohh tuhaaaan tolong jelaskan padaku , dia
tidak jahat kan tuhan , dia tidak egois kan ? dia hanya lelah kan ? aaahhh aku bisa
gila ..
tuhaaaaaaaannn , buatlah aku baik baik saja seperti hari kemarin ,
buatlah aku tersenyum kembali, aku ingin buktikan kepada dia , dan kepada
mereka yang mencibir diriku karena terjebak dalam keadaan ini .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar