Kembali bercerita tentang perjuangan demi perjuangan
menuju kebahagiaan , pasti semua orang menginginkan kebahagiaan yang sempurna ,
begitu pula aku , tidak ada seorang pun yang menginginkan kisah cinta dalam
hidupnya berakhir begitu saja . pasti sebelum pada titik ini kita semua pernah
berjuang mendapatkan kebahagiaan , tapi jika takdir berkata lain dan
menginginkan semuanya berakhir , yah berakhir, bukankah kita hanya bisa
berencana , tetapi tuhan pula lah yang menentukan . sepertinya kata kata ini
pas sekali untuk remaja remaja yang patah hati , seperti aku misalnya .
Aku tidak akan bercerita panjang lebar tentang
perjuangan bagaimana aku mempertahankan seseorang yang sama sekali tidak
mempertahankan aku , mungkin di matanya , aku ini semu , aku tidak layak untuk
ia lihat dengan mata telanjang , bahkan oleh mata hatinya .
Bohong,
Bohong kala itu kalo aku begitu saja bilang aku baik-baik saja, bohong kalo aku
ikhlas menerima semua itu, bohong kalo aku tegar menerima kenyataan itu. Sumpah
aku tak sanggup rasanya melihat dunia, aku disulut benci dan amarah yang
membakar logikaku. aku sakit hati.
Sakit yang teramat dalam yang tak akan mampu seorangpun mengerti, bahkan tak akan mempu aku uraikan dalam jabaran kata, tak akan mampu aku lukis secara gamblang dalam secarik kanfas, tak akan mampu aku tuangkan dalam ceceran air mata, semua teramat menyedihkan.
Mungkin , tak perlu ku jelaskan bagaimana aku
melewati hari hari pasca kesakitan yang membuatku menutup diri pada siapapun
,semuanya terasa asing,dan
aku terlalu berhati-hati membuka perasaan terhadap cinta yang datang, bahkan
dengan terang-terangan menolaknya untuk sekedar mengintip dalam tirai hatiku
karena aku takut terluka lagi. Aku trauma , aku tak mau sakit hati lagi , aku
benar benar tidak ingin merasakan hal ini lagi , terlalu sakit.
Tuhaannnn tak bisakah kau melewatkan aku dari cerita
tentang keterpisahan ini . tak bisakah untuk kali ini saja anugerahi hambamu
ini untuk memperbudak waktu , aku ingin hal ini terjadi hanya beberapa detik
saja hingga sampai aku tak pernah menyadari hal ini sedikitpun.
Ketika aku merasa dunia sudah
runtuh ku hanya bisa berdoa,berdoa yang terbaik untukku tentunya,mungkin yang
pergi itu cinta tapi yang akan datang nanti adalah jodoh , mungkin hari ini
kita merasa kehilangan orang yang kita sayang , tapi nanti datang seseorang
yang menyayangi kita, janji allah itu pasti , ini yang membuat aku tegar .
Waktu, ya
hanya waktu yang mampu secara perlahan meluruhkan ingatan akan sakit hati ini,
dukungan dan kasih sayang dari keluarga dan sahabat menjadi obat mujarab untuk
cepat mengakhiri cerita kelam itu, memantapkan diri sendiri untuk merubah dan
menata kembali hari yang rapuh menjadi bara penyemangat untuk melihat dunia
dari sisi yang berbeda, kini perlahan dunia kurasa tak semendung dulu, sudah
ada pelangi setelah derai hujan, dan aku yakin mentari akan bersinar dan
kembali menghangatkan ranah hatiku.